Eriksson Tak Terkejut Cibiran Fans ke Timnas Inggris yang Baru Saja Menang

Eriksson Tak Terkejut Cibiran Fans ke Timnas Inggris yang Baru Saja Menang

Eriksson Tak Terkejut Cibiran Fans ke Timnas Inggris yang Baru Saja Menang

Jakarta – Sven-Goran Eriksson tak terkejut dengan cibiran fans terhadap Timnas Inggris usai kemenangan atas Slovenia. Sikap itu juga sudah tercermin dengan perlakuan terhadap seorang Wayne Rooney.

Timnas Inggris telah memastikan tempat di Piala Dunia 2018 usai mengalahkan Slovenia 1-0 di Wembley. Namun, tiket itu tak otomatis mendapatkan respons positif dari fans Timans Inggris. Tim besutan Gareth Southgate itu justru dicibir oleh fans nya sendiri.

Mantan pelatih Timnas Inggris, Sven-Goran Erricson, tak terkejut dengan cibiran fans kepada Timnas Inggris itu. Dia bilang sikap fans terhadap Timnas Inggris itu tercermin dari perlakuan mereka terhadap Rooney, yang memiliki statistik mengkilap bersama klub maupun Timnas.

Baca juga : Juve Siapkan Kontrak ‘Seumur Hidup’ buat Dybala

“Perlakuan terhadap Wayne Rooney telah mengatakan kepada saya soal bagaimana cara fans melihat Timnas Inggris,” kata Sven-Gorran dalam kolomnya di Daily Mail.

“Dia adalah seorang top skorer, baik untuk Manchester United maupun Timnas. Kalian tak bisa mendebat itu. Kalau Rooney adalah orang Italia, dia akan dicintai seperti Francesco Totti seperti di Roma. Kalian tak akan mengkritik Totti di Italia. Bisa jadi kalau ada alasan, sesekali, tapi kalian tak akan menyentuhnya,” tutur Eriksson, yang orang Swedia tapi memiliki pengalaman berkelana di tim-tim Italia sebagai manajer tim.

Rooney sudah memutuskan pensiun dari Timnas inggris pada akhir Agustus 2017. Rooney terpinggirkan dari skuat Inggris setelah jarang dimainkan Manchester United musim lalu. Dia tak lagi tampil bersama Timnas sejak laga kualifikasi Piala Dunia 2018 melawan Skotlandia pada November 2016.

Sikap fans terhadap Rooney hanya sebagai contoh. Eriksson juga menilai pemain-pemain hebat lainnya pun diperlakukan seperti Rooney.

“Ini bukan semata-mata soal Wayne dan Timnas Inggris. Apakah dia diapresiasi sebagai pemain Inggris? Bisa jadi tidak. Kalian bisa melihat pemain-pemain Inggris sebelumnya, seperti David Beckham, yang juga dikritik dan mendapatkan pertanyaan, “Apa yang kalian inginkan dari pemain ini?” ujar dia.

“Tak bagus kalalu kalian mencari hal-hal buruk. Saya bahagia saat manajer Timnas Inggris ketimbang saat menangani tim-tim lainnya. Tapi, selama lima tahun itu, saya dibuat berpikir,”Kenapa saya meninggalkan Italia?” Di Italia selama kalian bukan kriminal, mereka tak akan mencampuri urusan pribadi. Kalau kalian kalah, barulah kalian mengkritiknya,” tutur dia.

“Juga seperti saat Timnas Inggris dikalahkan Islandia pada Piala Eropa 2016. Mestinya dilihat apa yang dimiliki Islandia, dan tak dimiliki Timnas Inggris. Memang Islandia secara teknik bukanlah tim kuat, tapi mereka memiliki soliditas dan bukan hanya Timnas Inggris yang dikejutkan oleh mereka,” Eriksson menegaskan.