Agen Casino Online Agen Judi Poker Agen Casino Sbobet Agen Poker Online Agen Bola Terpercaya Agen Poker Terpercaya Agen Poker Terbaik

Origi yang Tak Cuma Tertarik tentang Psikologi, tapi Juga Piano dan Bahasa Asing

Origi yang Tak Cuma Tertarik tentang Psikologi, tapi Juga Piano dan Bahasa Asing

Origi yang Tak Cuma Tertarik tentang Psikologi, tapi Juga Piano dan Bahasa Asing

Wolfsburg – Di luar kehidupannya sebagai pesepakbola, Divock Origi punya banyak ketertarikan. Mulai dari dunia psikologi, piano, dan penguasaan bahasa asing.

Origi meninggalkan Liverpool untuk gabung ke Wolfsburg di hari terakhir bursa transfer musim panas kemarin. Penyerang 22 tahun itu dipinjamkan selama setahun, tapi Liverpool punya opsi untuk menariknya kembali di bursa transfer Januari.

Kabarnya si pemain sendiri yang menginginkan untuk dipinjamkan, karena merasa takkan mendapatkan cukup banyak kesempatan bermain di Liverpool musim ini. Kedatangan Mohamed Salah dan Alex Oxlade-Chamberlain memang membuat persaingan di lini depan semakin ketat.

Di Liga Jerman bersama Wolfsburg, dia akan berupaya membuktikan kualitasnya dan mencoba meyakinkan kembali Liverpool bahwa dia bisa jadi sosok penting. Tapi di luar targetnya sebagai pesepakbola itu, hijrah ke Jerman juga memberikan tantangan lain.

Baca juga : Pertarungan City vs Liverpool di Etihad

Jika memungkinkan, dia ingin belajar piano lebih jauh, yang baru mulai ia mainkan setelah gabung ke Liverpool. Apalagi Jerman punya kaitan dengan keberadaan para pianis dan komposer besar dunia seperti Johann Sebastian Bach, Ludwig van Beethoven, Johannes Brahms, dan pasangan suami-istri Robert Schumann-Clara Schumann.

Selain piano, Origi akan memanfaatkan waktunya untuk menambah penguasaan bahasa asingnya. Dia saat ini sudah fasih berbicara di empat bahasa: Inggris, Swahili, Prancis, dan Flemish (salah satu bahasa nasional Belgia).

“Saya gemar belajar di waktu senggang saya. Saya suka membaca buku,” Origi berujar seperti dikutip Liverpool Echo.

“Di Liverpool, saya mulai belajar memainkan piano. Mungkin saya juga bisa menemukan seseorang untuk mengajari saya lebih jauh di sini.”

“Tentu saja, saya juga ingin belajar bahasa Jerman. Karena saya suka bahasa-bahasa,” imbuhnya.

Origi memang gemar membaca buku dan belajar. Sebelumnya dalam sebuah wawancara dengan Guardian, dia mengungkapkan bahwa salah satu tema buku yang paling membuatnya tertarik adalah soal psikologi.

“Mungkin kalau saya bukan seorang pesepakbola, saya akan jadi psikolog. Saya sangat tertarik dengan bagaimana otak bekerja dan tipe-tipe kepribadian yang berbeda. Saya membuat teman-teman melakukan tes kepribadian dan saya melihat mereka tipe apa,” ungkap Origi.

“Di Liverpool saya bisa bilang siapa yang introvert dan yang ekstrovert. Kami punya dua jenis itu. Saya saat itu mulai mempelajari psikologi tapi harus berhenti ketika masuk ke tim utama.”

“Saya masih sangat tertarik dan menonton banyak siaran Ted TV, di mana orang-orang berbicara selama 15 menit tentang bagaimana mereka berkomunikasi atau tentang subjek-subjek yang mereka pelajari. Mungkin ketika karier saya berakhir, saya akan kembali mempelajari psikologi, Anda tak pernah tahu,” imbuhnya.
(raw/mrp)