Zlatan ‘Benjamin Button’ Ibrahimovic

Zlatan ‘Benjamin Button’ Ibrahimovic

Zlatan 'Benjamin Button' Ibrahimovic

Sunderland – Zlatan Ibrahimovic makin moncer saja di usianya yang terbilang senja sebagai seorang pesepakbola. Ibrahimovic menyebut dirinya bak Benjamin Button.

Siapa itu Benjamin Button? Jika Anda ada yang belum tahu siapa itu Benjamin Button, dia adalah tokoh fiksi buatan Scott Fitzgerald yang kemudian difilmkan pada 2008.

Dalam film arahan sutradara David Fincher itu, Benjamin Button yang diperankan oleh Brad Pitt diceritakan sebagai manusia yang lahir dalam kondisi serta bentuk fisik seperti orang tua.

Proses hidup Benjamin Button itu terbalik dari manusia normal pada umumnya, yakni dari tua ke muda. Benjamin Button lantas meninggal dalam bentuk fisik bayi di umur 84 tahun.

Baca Juga : Icardi: Scudetto Jadi Target Inter Musim Depan

Demikianlah Ibrahimovic menggambarkan perjalanan kariernya saat ini. Di usia 35 tahun, Ibrahimovic malah tampil tajam dan golnya ke gawang Sunderland saat Manchester United menang 3-0, Minggu (9/4/2017) malam WIB, adalah yang ke-28 musim ini.

Padahal Ibrahimovic baru bermain untuk MU musim ini dan tidak terlihat sama sekali kesulitan untuknya beradaptasi dengan Liga Inggris. Malah Ibrahimovic membuktikan umur bukanlah masalah untuk tampil oke.

Soccerway mencatat sejak berumur 30 tahun, Ibrahimovic bikin 250 gol atau setengah lebih dari total 420 gol selama kariernya di lapangan hijau. Pada umur 30 tahun, Ibrahimovic memperkuat AC Milan dan bikin 56 gol selama dua musim.

Lalu empat musim berseragam Paris St-Germain, Ibrahimovic bikin 156 gol dari 180 penampilan. Bahkan bersama Timnas Swedia, Ibrahimovic mencetak 37 gol saat sudah berkepala tiga atau hampir separuh dari total 62 gol untuk negaranya.

“Saya berlatih keras. Saya yakin pada diri sendiri dan tahu apa yang bisa saya lakukan. Saya tidak khawatir sama sekali,” ujar Ibrahimovic seperti dikutip Soccernet.

“Semakin tuan, Anda semakin berpengalaman, lebih bisa berpikir cerdas dan Anda tidak akan membuang-buang energi lagi untuk sesuatu yang tidak penting. Saya merasa seperti Benjamin Button. Saya terlahir tua dan akan mati dalam kondisi muda,” sambungnya.