Akan Ikuti Kompetisi Tim Transisi, Arema Indonesia Ingin Comeback

Akan Ikuti Kompetisi Tim Transisi, Arema Indonesia Ingin Comeback

Akan Ikuti Kompetisi Tim Transisi, Arema Indonesia Ingin Comeback

Malang – Setelah lama vakum, sejak terakhir kali mengikuti Indonesia Premier League (IPL), Arema Indonesia berencana berpartisipasi pada kompetisi yang akan diadakan Tim Transisi.

“Bagi kami ini momen yang baik untuk Arema Indonesia kembali berkompetisi. Arema is back,” ucap direktur operasional klub, Haris Fambudy, kepada detiksport, Sabtu (13/3/2016).

Baca juga: Kumpulkan Klub, Tim Transisi Umumkan Akan Gelar Liga

Diterangkan Haris, kesebelasan yang bermarkas di Stadion Gajayana ini memang vakum sejak tak lagi mengikuti kompetisi (IPL 2011/2012). Namun, itu tidak berarti mereka telah membubarkan diri.

Selain itu, Arema Indonesia juga sempat sibuk dengan urusan “dualisme Arema”. Tapi hal itu disebutnya tidak lagi menjadi soal. Arema Cronus sendiri sudah membuat NPWP baru dengan nama PT. Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia (PT AABBI). [Baca juga: Arema Cronus Akhirnya Dirikan PT Baru]

“Terakhir kali kami sempat berlatih selama dua minggu di Bali pada November kemarin (2015), karena sempat akan mengikuti sebuah trofeo, tapi tidak jadi. Jadi, kompetisi yang akan dibuat Tim Transisi ini menjadi sebuah kesempatan yang tak boleh kami sia-siakan. Kami tidak ingin terus seperti dinosaurus — cuma namanya saja yang ada,” tutur Haris.

Mengenai lima aspek yang menjadi persyaratan klub-klub peserta, ia meyakini Arema Indonesia memenuhinya. Sebab, walaupun sudah lama vakum, tapi klub mereka disebut masih tercatat di AFC.

“Terakhir itu kami diverifikasi oleh AFC di Gajayana pada tahun 2011. Bahkan dulu kami masih sempat bertanding di Malaysia, Hong Kong, dan beberapa negara lain. Itu artinya, data kami masih ada di AFC, tidak mungkinlah didustakan,” papar Haris.

Ia juga memastikan bahwa Arema Indonesia tidak punya kewajiban yang tertunggak, seperti gaji pemain atau pajak, karena semua sudah diselesaikan sampai mereka vakum dari kompetisi.

Ditambahkan Haris, pihaknya telah berkomunikasi dengan para pemain dan tim pelatih untuk segera mempersiapkan diri menghadapi kompetisi Tim Transisi tersebut. Sebanyak 22 pemain akan dipanggil untuk mulai berlatih, dengan Abdurrahman Gurning kembali diplot sebagai pelatih kepala.

“Target kami tahun depan bisa main di level teratas. Soal kompetisi mendatang, yang penting kami tampil maksimal di setiap pertandingan, bisa menang sebanyak mungkin,” ujar Haris.

Arema Indonesia sendiri menyambut baik rencana Tim Transisi menggelar kompetisi yang “bebas kasta” tersebut. Namun dia mengingatkan supaya penyelenggaraannya baik — tidak seperti Piala Kemerdekaan yang dianggap banyak pihak tidak oke.

“Walaupun bukan PSSI, Tim Transisi tetap harus mengacu pada statuta FIFA. Itu penting. Kedua, semestinya mereka sudah belajar dari beberapa turnamen sebelum ini, Piala Kemerdekaan, Piala Presiden, dan lain-lain.

“Menurut kami, kompetisi yang ‘bebas kasta’ ini bisa menjadi sebuah awal untuk memulai lagi tata kelola yang betul. Seperti hukum alam saja, siapa yang memenuhi syarat, dia yang berhak lolos ke level berikutnya. Biar kita semua lebih tertib administrasi,” imbuhnya.