Zaccheroni Sebut Milan Sudah Membaik, tapi Tetap Jagokan Napoli

Zaccheroni Sebut Milan Sudah Membaik, tapi Tetap Jagokan Napoli

Milan – Mantan pelatih AC Milan Alberto Zaccheroni menilai bekas timnya itu mulai tampil lebih baik, walaupun ia masih lebih condong ke Napoli sebagai favorit Scudetto.

Peracik taktik yang di antaranya pernah menangani Milan, Lazio, Inter Milan, dan Juventus itu menyebut bahwa Serie A saat ini sudah jadi lebih menarik dan seimbang.

“Di level taktis, Serie A senantiasa menarik; bukan lagi cuma mengenai ‘meniadakan’ permainan lawan tetapi juga untuk fase menyerang,” kata Zaccheroni kepada Radio Anch’io lo Sport yang dikutip Football Italia.

“Sekarang ada keseimbangan besar, bahkan Milan dan Juventus masih bisa ke atas, terlebih lagi untuk Bianconeri. Ada partisipasi lebih besar dari para pemain demi pelatih-pelatih mereka,” tuturnya.

Juve, juara empat musim terakhir, saat ini masih berada di posisi 10 papan klasemen Serie A berkat 15 poin. Milan, yang juga punya tradisi kuat di Serie A, menempati posisi enam dengan 19 poin. Di bagian atas, ada Fiorentina dan Inter (24 poin), dibayangi AS Roma (23 poin) dan Napoli (22 poin).

“Meramu seluruh komponen, saya hendak menempatkan Napoli di posisi tinggi. Seluruh pemainnya sudah memahami proyek pelatihnya dan mereka punya penyerang terkuat di Serie A, (Gonzalo) Higuain. Tetapi musim panjang, ada faktor-faktor cedera, dan Anda selalu harus melihat apa yang dapat dilakukan oleh para cadangan,” ujar Zaccheroni.

Mengulas Milan secara khusus, pria 62 tahun itu juga menyebut bahwa kemenangan 3-1 yang dipetik atas Lazio akhir pekan lalu memperlihatkan indikasi bahwa Rossoneri sudah mulai memperlihatkan peningkatan performa.

“Kemarin malam saya sudah melihat sebuah peningkatan (di Milan), juga dalam hal rencana permainan. Lajur penetrasinya jauh lebih efektif daripada di masa lalu. (Sinisa) Mihajlovic telah merotasi banyak pemain di tengah, tapi dengan (Ricardo) Montolivo, (Andrea) Bertolacci, dan (Juraj) Kucka ia telah menemukan keseimbangan,” ucapnya.

“Ketika saya masih ada di sana, intervensi dari (Silvio) Berlusconi tidaklah serutin saat ini. Itu jelas menyulitkan karena bisa mengikis kepemimpinan pelatih, tapi Mihajlovic tahu para pemainnya dan menemui mereka setiap hari,” beber Zaccheroni.