Dua Kali Kalah Beruntun Bukan Berarti Krisis Buat Lazio

Dua Kali Kalah Beruntun Bukan Berarti Krisis Buat Lazio

Roma –

Dengan kekalahan dari AC Milan, Lazio berarti menelan pil pahit dalam dua laga beruntun. Namun, bukan berarti ini saatnya mereka untuk panik.

Bertanding di Olimpico, Senin (2/11) dinihari WIB, Lazio tertinggal tiga gol lebih dulu, sebelum akhirnya menciptakan satu gol via Ricardo Kishna. Lazio kalah 1-3 pada pertandingan tersebut.

Dalam lima pertandingan terakhir, Lazio hanya mampu meraih dua kemenangan. Kekalahan dari Milan merupakan kekalahan kedua mereka secara beruntun setelah sebelumnya takluk 1-2 dari Atalanta di giornata ke-10.

“Kami gagal kembali ke jalur yang seharusnya dan membuat banyak kesalahan. Operan kami juga kurang tajam,” ujar gelandang Lazio, Lucas Biglia, kepada Mediaset.

“Sekarang, kami harus fokus pada laga berikutnya di Liga Europa melawan Rosenborg pada hari Kamis, yang mana tidak kalah pentingnya supaya kami bisa lolos ke babak berikutnya.”

Biglia tidak menganggap kalah dua kali beruntun adalah sebuah krisis untuk timnya. Meskipun, Lazio kini sedang ditinggal beberapa pemain berada dalam kondisi kurang bugar.

Gelandang asal Argentina itu juga mengatakan, satu-satunya yang bisa dilakukan Lazio sekarang adalah fokus per laga. Ia belum mau memikirkan laga melawan AS Roma yang akan berlangsung akhir pekan ini, Minggu (8/11), hanya tiga hari setelah laga melawan Rosenborg.

“Jika kami sudah memikirkan laga hari Minggu sebelum laga hari Kamis, maka itu adalah sebuah kekalahan.”

“Kami tidak bisa menyebutnya sebagai krisis, meskipun kami kalah dua kali beruntun dan melakukan banyak kesalahan pada dua laga penting itu,” kata Biglia.